About Us

About Us
Brotherhood, the Foundation of Glory. (IKRAM Ireland is a part of IKRAM UK-Ireland)

Spring Camp is back for 2012!

Spring Camp is back for 2012!

Visit Our Facebook

Visit Our Facebook
Also look out for IKRAM Dublin Facebook

Keblinger

Keblinger

Manis. Sumpah manis!

| Monday, March 26, 2012


[Kredit]

Menyanyikan lagu 'Sebiru Hari Ini' dendangan Edcoustic bersama ikhwah dan hadek-hadek tersayang. Kemudian mengaminkan pula bacaan doa Rabithah yang sungguh syahdu lagi mengharukan, sambil berpaut lengan dengan mereka semua.
 
Manis.
 
Mengucapkan selamat tinggal kepada seorang akh Super Saiya yang begitu banyak kenangan masam masin manis kepam bersamanya, yang akan ke seberang laut untuk bekerja. Sebak juga dibuatnya. Sedar tak sedar, basah juga mata disebabkan habuk yang banyak di sekeliling *koff koff*. Kemudian ada pula sesi suap-menyuap kek cokolat, yang rasanya luar biasa lazat kerana ditambah dengan perisa ukhuwwah yang penuh mahabbah dan mawaddah keranaNya.

Manis.

Ke surau di sebuah kompleks beli-belah terkenal di ibu negara. Kechiwa kerana semuanya solat bersendirian dan tiada siapa yang nampaknya percuma untuk solat bersama. Dengan rasa berat hati, mengambil keputusan untuk solat bersendirian, tapi dengan penuh harapan, agar ada yang sudi melantik diri ini menjadi imam. Maka sengaja berdiri untuk solat di tengah-tengah ruangan solat. Terus berdoa di dalam hati agar adalah yang mahu berjemaah bersama. Tatkala hati sedang khusyu' melafazkan al-Fatihah di rakat pertama, terasa ada tangan yang menepuk bahu. Tersenyum. Allah, begitu cepat kau makbulkan doa hambaMu yang hina ini..?

Manis. Sumpah manis!

-gabbana-

Kita merancang, dan Allah juga merancang. Ketahuilah, dan yakinlah, Dia adalah sebaik-baik perancang. Dan walaupon kadangkala kita merasakan peracanganNya itu pahit, percayalah, ia sebenarnya manis untuk kita. Sumpah manis!
 
Read more »

MKP 2012 Tour Dates!

|
"I am a Muslim, so the trinkets of the world don't mean a thing
I was taught that peace is not that absence of war
But peace, is a feeling that comes from remembering your Lord"


-Boona Mohammed : Kill them with love-

video

Misi Kasih Palestin 2012 27-30 March 
27th : Belfast 
28th : Dublin 
29th : Cork 
30th : Galway 
  
YOU are invited:) click here for info: MISI KASIH PALESTIN TOUR 2012


Don't forget to visit MKP website! http://mkpalestin.ikramuke.org/
Read more »

Mother. Mama. Mummy. Maa. Mak:)

| Saturday, March 17, 2012



 
I was a foolish little child
Crazy things I used to do
And all the pain I put you through
Mama now I’m here for you


For all the times I made you cry
The days I told you lies
Now it’s time for you to rise
For all the things you sacrificed

Oooh
If I could turn back time rewind
If I could make it undone I swear that I would
I would make it up to you
Oooh
If I could turn back time rewind
If I could make it undone I swear that I would
I would make it up to you


Mom I’m all grown up now
I’ts a brand new day
I’d like to put a smile on your face everyday


Mom I’m all grown up now
And it’s not too late
I’d like to put a smile on your face everyday


You know you are the number one for me
You know you are the number one for me
You know you are the number one for me
Oh oh
number one for me


Now I finally understand
That  famous  line
About the day I’d face in time
Coz now I have a child of mine


Even though I was so bad
I’ve learnt so much from you
Now I’m trying to do it too
Love my kids the way you do


Oooh
If I could turn back time rewind
If I could make it undone I swear that I would
I would make it up to you
Oooh
If I could turn back time rewind
If I could make it undone I swear that I would
I would make it up to you


Mom I’m all grown up now
I’ts a brand new day
I’d like to put a smile on your face everyday


Mom I’m all grown up now
And it’s not too late
I’d like to put a smile on your face everyday


You know you are the number one for me
You know you are the number one for me
You know you are the number one for me
Oh oh
number one for me


There is no one in this world
That can take your place
Oooh I’m sorry for ever taken you for granted


I will use every chance I get
To make you smile
Whenever I’m around you


Now I will to try to love you
Like you love me
Only God knows how much you mean to me


Oooh
If I could turn back time rewind
If I could make it undone I swear that I would
I would make it up to you
Oooh
If I could turn back time rewind
If I could make it undone I swear that I would
I would make it up to you


Mom I’m all grown up now
I’ts a brand new day
I’d like to put a smile on your face everyday


Mom I’m all grown up now
And it’s not too late
I’d like to put a smile on your face everyday

The number one for me
The number one for me
The number one for me
Oh oh
number one for me

"And We have enjoined on man [to be good] to his parents: in travail upon travail did his mother bear him and his weaning was over two years. Be thankful to Me and to your parents, unto Me is the final destination."[Noble Quran 31:14]
Read more »

Dakwah yang menggerakkan kehidupan

| Monday, March 5, 2012
Sesungguhnya Islam mengharapkan dari seorang muslim untuk :
  1. Bekerja sebelum berbicara.
  2. Tidak mengatakan sesuatu melainkan untuk dikerjakan.
  3. Tidak bekerja melainkan untuk diselesaikan dengan sebaik-baiknya sehingga tidak terkena cercaan Allah swt.
Allah swt berfirman :

"Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahawa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan." (QS As Shaff : 2 - 3)
Amal seorang muslim tidak akan hilang sia-sia di mana ia akan dinilai di sisi Allah dan di sisi manusia :

"Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, Maka Allah dan rasulNya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakanNya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan." (QS At Taubah : 105)
Tarbiyah Islamiyah selain berteraskan penekanan dari segi keimanan atau ketuhanan dan saling melengkapi dan menyeluruh dalam pentarbiyahan, juga ditekankan pula dengan ciri penting iaitu:
  1. Bersifat positif.
  2. Membangun.
Imam Hasan Al-Banna, pengasas gerakan Ikhwanul Muslimin itu adalah benar-benar :
  1. Seorang pembangun bukan seorang penghancur.
  2. Seorang yang suka bekerja bukan tukang bicara.
  3. Seorang yang realistik bukan seorang yang berangan-angan.
Oleh kerana itu, ia mengerahkan tenaganya dan tenaga mereka yang di sekitarnya kepada perkara-perkara yang positif dan membangun dan BUKAN tenggelam dalam :
  1. Perbicaraan yang sia-sia.
  2. Ucapan indah yang enak didengar bersifat keanak-anakan.
  3. Mencari kesalahan orang lain.
Berbahagialah orang yang sedar untuk memikirkan kesalahannya dan tidak membicarakan kesalahan orang lain.

Islam membenci seorang muslim yang sibuk dengan perkara-perkara yang menghabiskan waktunya untuk :
  1. Hal-hal yang remeh.
  2. Terlibat dalam pembicaraan yang batil.
  3. Melakukan perbuatan yang buruk.
  4. Membalas kejahatan orang lain.
Allah swt menyifatkan orang mukmin dalam firmanNya :

"Apabila mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling dari padanya dan mereka berkata: "Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amalmu, selamat tinggal bagi kamu, kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang yang jahil" (QS Al-Qashash : 55)
Allah swt menyifatkan hamba-hambaNya yang baik dalam firmanNya :

"Apabila orang-orang jahil menyapa mereka (dengan kata-kata yang tidak sopan), mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan. " (QS Al-Furqan : 63)
"Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (sahaja) dengan menjaga kehormatan dirinya." (QS Al-Furqan : 72)
Rasulullah saw berpesan di dalam sebuah hadith :

"Di antara kebaikan seorang muslim adalah meninggalkan hal-hal yang tidak penting baginya."

Ulama' hadith menganggap hadith ini salah satu dari empat hadith yang bangunan Islam ditegakkan di atasnya.

Islam membenci seorang muslim yang mengunakan hati dan lidahnya untuk memaki dan mengutuk manusia atau benda-benda.

Seorang muslim bukanlah pemaki dan pengutuk, sebab itu ada sejumlah hadith dari Nabi saw yang semuanya mengatakan "janganlah kamu memaki," di antaranya :
  1. “Janganlah kamu memaki orang-orang yang telah mati, sebab mereka telah selesai amal perbuatannya (tidak sanggup berbuat apa-apa lagi)".
  2. "Jangan kamu memaki-maki masa, kerana Allah adalah (pencipta) masa."
  3. "Jangan kamu memaki angin, kerana sesungguhnya ia di perintahkan untuk berhembus)."
  4. "Jangan kamu memaki di masa panas, kerana ia adalah kifarat kesalahan."
  5. "Jangan kamu memaki ayam jantan, kerana ia mengingatkan (waktu) untuk solat."
Yang lebih aneh lagi, ialah larangan memaki syaitan padahal telah terbukti permusuhannya terhadap manusia dan jauhnya ia dari rahmat Allah swt.

Imam Nasa'i, Thabrani dan Hakim meriwayatkan dari sebahagian sahabat, katanya :

"Aku pernah membonceng naik unta Nabi saw lalu unta kami tersandung, maka aku berkata,' Celakalah syaitan! Nabi berkata kepadaku : Jangan engkau ucapkan: Celakalah syaitan, sebab ucapan itu akan menjadikan syaitan berkuasa dan besar sebesar rumah sehingga ia akan berkata: Akulah yang merobohkannya dengan kekuatanku tetapi ucapkanlah: Bismillah, kerana kalimat itu akan menjadikan syaitan kecil seperti lalat."
Memaki syaitan adalah perbuatan negatif, tidak akan menyakitinya bahkan menyenangkannya dan sesuai dengan sifat sombongnya.

Yang menyakiti dan membuatkan syaitan marah ialah bila manusia melakukan perbuatan yang positif untuk menentangnya seperti ingat kepada Allah dan mengatakan: ‘Bismillah’, ini membuatnya lemah tidak berdaya sehingga ia merasa dirinya kecil seperti lalat.

Di bawah sinar kefahaman-kefahaman Islam yang murni dan dengan jiwa yang positif lagi membangun inilah berjalannya pentarbiyahan Imam Hasan Al-Banna terhadap Ikhwanul Muslimin.

Pengarahannya diberikan kepada mereka dalam berbagai kesempatan dan dengan bermacam-macam cara.

Sesungguhnya beliau ingin sekali menjauhkan mereka dari :
  1. Sifat-sifat negatif.
  2. Menyerah kepada nasib.
  3. Berburuk sangka.
  4. Sikap riya'.
  5. Perdebatan yang tidak ada hasilnya.
Sebaliknya membuka bagi mereka lapangan kerja, supaya mereka dapat menyalurkan :
  1. Kemampuannya.
  2. Kesungguhannya.
Lapangan itu banyak dan bermacam-macam, dapat menyerap habis waktu dan kemampuan
serta dapat menjadi tumpuan cita-cita semua orang yang beriman dan idaman semua pejuang pada jalan Allah.

Dengarlah kata-katanya dalam ‘Risalah "At-Ta'alim"’ ketika menerangkan hakikat amal dan tingkatan-tingkatannya serta menjelaskan rukun ketiga dari"Bai'ah" setelah memahaminya dan ikhlas kepadanya.

Ia mengatakan :
“Yang aku maksudkan dengan amal ialah buah ilmu dan buah ikhlas”.
Tingkatan-tingkatan amal yang dituntut dari seorang Ikhwan adalah :

PERTAMA : Memperbaiki diri menjadi :
a. Bertubuh kuat.
b. Berakhlak mantap.
c. Berfikiran cerdas.
d. Sanggup berusaha.
e. Murni dalam beraqidah.
f. Benar dalam beribadah.
g. Bekerja keras untuk kepentingan dirinya.
h. Memperhatikan waktunya.
i. Teratur segala urusannya.
j. Bermanfaat bagi orang lain.

KEDUA : Membentuk keluarga muslim dengan :
a. Mengajak anggota keluarganya menghormati kefahamannya.
b. Memelihara adab-adab Islam dalam segala kegiatan kehidupan rumah tangga.
c. Memilih isteri yang baik.
d. Mengetahui hak dan kewajibannya.
e. Memberi pendidikan dan layanan kepada anak-anak dengan sebaik-baiknya.
f. Membentuk keperibadian mereka menurut prinsip-prinsip Islam.

KETIGA : Memberi petunjuk kepada masyarakat dengan :
a. Memperbanyakkan dakwah kepada kebaikan serta memerangi keburukan dan kemungkaran.
b. Mengghairahkan keutamaan.
c. Menyuruh kepada yang ma'ruf.
d. Bersegera kepada perbuatan baik.
e. Membawa pendapat umum kepada kefahaman Islam dan mengusahakan agar kefahaman itu mewarnai segala aspek kehidupan.

KEEMPAT : Memerdekakan tanah air dengan membebaskannya dari setiap kekuasaan asing (yang bukan Islam) samada di bidang politik, ekonomi atau rohani.

KELIMA : Memperbaiki pemerintahan sehingga menjadi pemerintahan Islam yang sebenarnya.
Dengan demikian, pemerintah dapat melaksanakan tugasnya sebagai pelayan umat, pegawai dan petugas kesejahteraannya. Pemerintah Islam ialah yang anggota-anggotanya terdiri dari orang-orang Islam yang melaksanakan kewajiban-kewajiban Islam, tidak menampakkan kemaksiatan dan melaksanakan hukum Islam serta ajaran-ajarannya.

KEENAM : Mengembalikan keutuhan antarabangsa bagi umat-umat Islam dengan :
a. Memerdekakan negerinya.
b. Menghidupkan kejayaannya.
c. Mempercepatkan kemajuannya.
d. Mempersatukannya sehingga semua itu menghantarkan kepada pengembalian Khilafah yang telah hilang dan persatuan yang dicita-citakan.

KETUJUH : Mengungguli dunia dengan menyiarkan dakwah Islam di mana sahaja supaya jangan ada fitnah dan supaya agama Islam semata-mata bagi Allah dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya.
Empat tingkatan yang terakhir ini adalah wajib atas jamaah sebagai kesatuan dan atas setiap muslim sebagai anggota jamaah.

Sungguh, perkara ini adalah tugas yang paling berat dan tujuan yang paling besar, mungkin dipandang oleh manusia sebagai khayalan, tetapi Ikhwanul Muslimin memandangnya sebagai kenyataan.

Kita sekali-kali tidak berputus asa dan bagi kita ada harapan besar pada Allah, sedang Allah berkuasa terhadap urusanNya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya.”

Dalam pengarahan dan pelajarannya kepada Ikhwanul Muslimin, Imam Hasan Al-Banna mengajar mereka mengutamakan :
1. Keseluruhan sebelum bahagian-bahagian.
2. Pokok-pokok sebelum perincian.
3. Kenyataan dan masalah-masalah ilmiyah dan bukan tenggelam dalam perbahasan yang tidak berguna.

Oleh sebab itu pada PRINSIP KESEMBILAN dari usul dua puluh beliau tegaskan :

"Setiap permasalahan yang tidak didasarkan pada amal dan praktikal, maka melibatkan diri di dalamnya adalah memberat-beratkan diri yang dilarang oleh syara', misalnya : banyaknya definasi bagi hukum-hukum yang tidak pernah terjadi, berdalam-dalam tentang makna-makna ayat Al-Qur'an yang belum diungkapkan oleh ilmu pengetahuan, pembicaraan tentang siapa lebih utama di antara sahabat ra dan perselisihan yang timbul di antara mereka, padahal masing-masing mereka mempunyai kelebihan dengan dekatnya kepada Rasulullah dan berhak menerima pahala kerana niatnya yang baik, dan banyak alasan untuk tidak menyalahkan mereka."
Beliau menerangkan bahawa khilaf antara ulama dalam furu'(perincian) hukum-hukum syariat adalah perkara yang sesuai dengan :
a. Tabiat agama.
b. Tabiat bahasa.
c. Tabiat manusia.

Maka perkara itu tidaklah berbahaya tetapi yang menjadi bahaya adalah :

1. Kefanatikan.
2. Perpecahan.
3. Permusuhan.

Pada PRINSIP KELAPAN dari usul dua puluh beliau berkata :

"Khilaf fiqhi dalam furu" tidak boleh menjadi sebab untuk berpecah-belah dalam agama, atau membawa kepada permusuhan dan kebencian dan bagi masing-masing mujtahid ada pahalanya. Tidaklah ada halangan untuk membuktikan secara ilmiyah tentang masalah-masalah khilafiyah dalam rangka cinta kepada Allah dan saling bantu-membantu untuk mencapai tanpa menimbulkan sifat keras kepala dan fanatik".
Dengan usaha ini, Ikhwanul Muslimin dapat menghargai waktu dan tenaga dan tidak membuang-buangnya dengan adanya sikap fanatik (ta'asub) atau pembahasan yang tidak bermanfaat dan semua waktu dan tenaga dapat diarahkan kepada perkara-perkara yang bermanfaat.

Imam Hasan Al-Banna mempunyai sepuluh wasiat yang ketat hampir menjadi hafalan bagi pengikut-pengikutnya.

Semua wasiat itu mendorong kepada tindakan yang :
a. Positif.
b. Bekerja.
c. Membina.

Dan dalam masa yang sama memperingatkan bahaya melakukan tindakan yang :

a. Negatif.
b. Menganggur.
c. Merosakkan.

Dalam wasiat ini beliau berkata :

1. Dirikanlah solat tatkala engkau mendengar azan, betapapun keadaan di waktu itu.
2. Bacalah Al-Qur'an atau telaahlah tafsirannya atau dengarkanlah orang lain membacanya atau zikirlah kepada Allah dan janganlah engkau gunakan sebahagian waktumu untuk hal-hal yang tidak berfaedah.
3. Berbicaralah dengan bahasa Arab yang fasih, kerana yang demikian itu termasuk syi'ar Islam.
4. Jangan banyak berdebat dalam hal apapun, kerana pertengkaran itu tidak akan mendatangkan kebaikan.
5. Janganlah banyak ketawa, sebab hati yang berhubungan dengan Allah itu adalah tenang dan mantap.
6. Jangan suka berkelakar serta berolok-olok, sebab umat yang berjuang tidak mengenal selain kesungguhan.
7. Janganlah engkau keraskan suaramu melebihi yang diperlukan oleh pendengar, kerana hal itu menunjukkan kebodohan dan menyakitkan.
8. Jauhilah menghina orang, mencela organisasi dan janganlah berbicara kecuali pembicaraan yang baik.
9. Perkenalkanlah dirimu kepada orang yang engkau jumpai, walaupun ia tidak meminta hal itu darimu, sebab dasar dakwah kita adalah cinta dan saling kenal mengenal.
10. Kewajiban sentiasa lebih banyak dari waktu yang tersedia, sebab itu bantulah orang lain untuk memanfaatkan waktunya. Jika engkau mempunyai suatu urusan, maka selesaikanlah dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.

Di antara pengertian positif dalam pentarbiyahan seorang anggota Ikhwan ialah dia tidak hanya mencari kesenangan peribadi dalam beribadah sehingga amal dan keinginannya terbatas pada kepuasan berzikir dan kesenangan berfikir tanpa :
a. Memperhatikan penyakit-penyakit masyarakat dan kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh manusia.
b. Penyimpangan di bidang akidah, di bidang bid'ah, kerosakan akhlak dan kehilangan pegangan hidup.

la tidak menghadapi semua ini dengan sikap menyerah, sedih dan menyesal, berputus asa atau meratapi nasib semata-mata tanpa mengambil langkah-langkah positif untuk :
1. Memperbaiki yang rosak.
2. Meluruskan yang bengkok.
3. Mengajak orang-orang jahat kepada kebaikan.
4. Menyedarkan orang yang membuat bid'ah kembali mengikuti Sunnah.
5. Membawa orang yang menyimpang kembali ke jalan yang lurus.
6. Mengubah orang yang malas kepada rajin bekerja.
7. Menukar sikap orang yang putus asa kepada semangat yang menyala-nyala.

Suatu kewajiban dalam pentarbiyahan seorang muslim ialah menjadikan dakwah :

a. Cita-citanya yang utama.
b. Gerak hidupnya.
c. Tujuan usahanya.

Ia menganggap bahwa memberikan petunjuk kepada seseorang tentang Islam lebih baik dan utama dari segala hasil yang dicapainya dalam kehidupannnya dan memandang dakwah kepada Allah adalah jalan yang ditempuhi oleh Rasul-rasulNya dan khalifah-khalifahnya dan dakwah itu adalah semulia-mulia tugas dalam hidup.

Oleh sebab itu, slogan Ikhwan sentiasa berbunyi :

"Perbaikilah dirimu dan serulah orang lain (untuk memperbaiki dirinya)."
Kedua-dua tugas ini tidak dapat dipisahkan.

Allah swt berfirman :

"Siapakah yang lebih baik perkataannya dari pada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang soleh dan berkata: "Sesungguhnya Aku termasuk orang-orang yang menyerah diri" (QS Fushilat : 33)

Dakwah Ikhwanul Muslimin tidaklah terbatas kepada satu bentuk atau cara tertentu, bahkan setiap anggota mesti menyeru orang sekitarnya dengan cara yang mungkin dilakukannya serta dipandangnya berkesan seperti dengan :
1. Pidato.
2. Ceramah.
3. Tulisan.
4. Dialog.
5. Diskusi biasa.
6. Perlakuan yang baik.
7. Bersikap sebagai seorang mukmin tanpa bicara.

Adalah menjadi kewajiban setiap anggota Ikhwan apabila mendatangi sesuatu rumah atau menghadapi sejumlah orang untuk meninggalkan kesan yang baik, sehingga terkenallah di kalangan Ikhwan kata-kata :

"Tanda seorang yang soleh adalah meninggalkan kesan yang baik pada setiap tempat yang didatanginya. "
Setiap anggota Ikhwan sebagai pendakwah, memberi pengaruh pada lingkungannya dengan perkataan dan amal perbuatannya.

Oleh kerana itu, sebahagian buruh, petani dan pedagang yang menjadi anggota Ikhwanul Muslimin, bila mereka berbicara tentang dakwah maka pendengar mengira mereka keluaran Al-Azhar atau Pusat Pengajian tinggi lainnya.

Ini adalah kerana pada mereka terkumpul bakat dan kepandaian serta ketrampilan berkat daripada :
a. Latihan.
b. Tarbiyah.
c. Kemampuan rohani yang diperolehi.
d. Semangat yang dikobarkan.

Di antara perkara yang membantu Ikhwanul Muslimin untuk melakukan perbuatan yang positif dan produktif ialah unsur pentarbiyahan mereka agar benar-benar menghargai waktu dan ingin memanfaatkannya kerana setiap manusia pada hari kiamat akan ditanyakan tentang umurnya, untuk apa dihabiskannya dan tentang masa mudanya, untuk apa dipergunakannya?

Oleh kerana itu di antara wasiat sepuluh yang telah dikemukakan ada dua wasiat yang berhubung dengan waktu iaitu WASIAT KEDUA berbunyi :

“Bacalah Al Qur-an atau telaahlah atau dengarkanlah, atau berzikirlah kepada Allah dan janganlah engkau gunakan sebahagian waktumu untuk hal-hal yang tidak berfaedah”.
Begitu juga dengan WASIAT KESEPULUH berbunyi :

"Kewajiban sentiasa lebih banyak dari waktu yang tersedia, sebab itu bantulah orang lain untuk memanfaatkan waktunya. Jika mempunyai kepentingan, maka selesaikanlah dalam waktu yang sesingkat-singkatnya."
Di antara yang paling bernilai yang ditulis oleh Imam Hasan Al-Banna ialah ucapannya yang ditulis untuk "Ruang Juma'at" dari suratkhabar pada setiap pagi Jum'at dengan judul "Waktu adalah Kehidupan" untuk membezakannya dengan perumpamaan yang masyhur "Waktu adalah Emas" dengan mengatakan :

"Sesungguhnya perumpamaan ini adalah benar menurut pandangan golongan kebendaan yang mengukur segala sesuatu dengan benda. Tetapi pada hakikatnya waktu itu lebih tinggi nilainya dari emas dan dari segala benda berharga lainnya kerana emas bila habis dapat diganti, sedangkan waktu bila berlalu tidak dapat dijangkau kembali. Waktu itu pada hakikatnya adalah kehidupan. Bukankah kehidupan manusia itu hanya waktu yang dihabiskannya sejak lahir sampai mati?"
Di antara yang dicantumkannya dalam catatannya, bahawa salah seorang gurunya berkata kepadanya dan kepada sebahagian rakan-rakannya :

"Sesungguhnya saya mempunyai firasat bahawa Allah akan mempersatukan hatimu dan menjadikan ramai manusia bergabung dengan kamu. Ketahuilah bahawa Allah akan bertanya kepadamu tentang waktu mereka yang menggabungkan diri kepadamu, apakah kamu membuat mereka memanfaatkan waktunya sehingga berfaedah bagi mereka dan bagi kamu atau waktunya berlalu dengan percuma sehingga mereka dan kamu mendapat siksa?!"
Sesungguhnya Ikhwanul Muslimin ketika mereka dipenjarakan setelah jamaah mereka dibubarkan pada bulan Disember 1948 dan sesudah pertemuan yang terkenal di daerah ketenteraan "Fayad" di antara duta-duta Inggeris, Amerika dan Perancis di mana mereka mampu mengubah tempat tahanan mereka yang terbesar di gurun Sinai menjadi :

1. Masjid untuk beribadah.
2. Madrasah untuk belajar.
3. Tempat pertemuan untuk berdiskusi.
4. Asrama untuk latihan.
5. Parlimen untuk bermesyuarat.

Secara berseloroh mereka mengatakan :

Gurun Sinai adalah perkhemahan tetap bagi Ikhwanul Muslimin selama tahun 1949. Perjalanan, pembiayaan, tempat tinggal dan pelaksanaan tugas-tugas semuanya dibiayai oleh pemerintah Mesir!!

Perkara ini terjalin dalam sebahagian dari sebuah qasidah yang mereka ucapkan dalam perayaan Ikhwanul Muslimin yang diadakan di lapangan Siti Zainab tahun 1950 setelah mereka kembali dari tempat-tempat tahanan Sinai, di antaranya :

"Kata mereka : ke penjara, kata kami : satu kesempatan terbuka,
Kami dapat berkumpul pada jalan Allah sebagai saudara,

Kata mereka: ke Thursina, kata kami : Thursina tempat berkongres,
Kami tetapkan berbagai rancangan, yang menakutkan musuh,

Inilah Thursina, mereka ingin kami menjadi hancur lebur padanya,
Tetapi Tuhanmu menghendaki iman kami semakin teguh adanya."
Pihak pemerintah mengambil manfaat dari pengalaman ini. Mereka berusaha sungguh-sungguh supaya Ikhwanul Muslimin selama tinggal di kem atau di penjara tidak mendapat kesempatan untuk berdakwah atau untuk kebebasan diri mereka.

Penahanan tahun 1954 dalam penjara tentera dengan pintu sel terkunci rapat yang tidak dibuka kecuali beberapa minit dalam sehari semalam untuk memasukkan air, di mana cemeti menjilat-jilat belakang tubuh mereka dan tidak dibenarkan berkumpul, walaupun untuk solat, sebagaimana tidak dibenarkan membaca kitab walaupun Al-Qur'an.

Dalam pada itu sel-sel berubah menjadi kelompok-kelompok zikir, tasbih dan tadarus perlahan-lahan tatkala ada kesempatan di mana cemeti penyiksaan tidak berbicara.

Sebahagian anggota Ihkwan yang dipindahkan ke asrama tentera "Al-Mahariq" dalam beberapa kes menceritakan bagaimana mereka telah merubah daerah itu dalam waktu yang singkat dari tanah kering tandus menjadi kebun tanam-tanaman dan buah-buahan yang manfaatnya dapat dikecap oleh askar dan tentera serta orang-orang di sekitarnya.

Ketika mereka dikunjungi oleh sebahagian tokoh pemerintah dan di antaranya tukang pukul, Hamzah Al-Basiyuni yang masyhur itu, mereka terkejut dengan apa yang mereka saksikan.

Perkara itu sangat menyakitkan hati dan menjadikan mereka marah kerana melihat pada orang-orang yang menjalani hukuman itu masih :
a. Ada kemahuan bekerja.
b. Bersikap produktif.
Lalu mereka memerintahkan supaya semua itu dihancurkan dan dibangunkan sebuah penjara yang kuat untuk menghalangi mereka dari melakukan pekerjaan untuk kehidupan.

Demikianlah yang dikehendaki oleh Imam Hasan Al-Banna bagi dakwah dan gerakannya, iaitu dakwah untuk :
  1. Beramal.
  2. Membangun.
  3. Mengeluarkan hasil.
Tidaklah beliau menghendaki dakwahnya semata-mata sebagai gerakan akademik atau falsafah yang berangan-angan untuk menubuhkan sebuah negara ‘Republik Plato’ atau negara ‘Al-Farabi’, meskipun di dalamnya terdapat segudang kefahaman, pemikiran dan ilmu.

Begitu pula beliau tidak menghendaki bagi jamaahnya untuk menjadi kelompok diskusi di mana anggota-anggotanya tenggelam dalam diskusi ala‘Byzantium’ yang dominan terhadap sebahagian golongan agama dan bangsa-bangsa pada masa-masa kelemahan dan kemunduran pemerintahan mereka.

Beliau banyak memperingatkan supaya menjauhi diskusi yang tidak berguna dan perdebatan yang tidak bermanfaat serta mengulang-ngulang hadith berikut :

"Tidaklah akan menjadi sesat sesuatu kaum setelah mereka mendapat petunjuk, kecuali bila mereka telah mementingkan perdebatan dan pertengkaran. "
Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang bekerja sehingga hasil kerja kami melebihi dari ucapan dan pembicaraan kami. Kuatkanlah kami dengan bekalan iman dan taqwa sehingga kami mampu beramal, membangun diri kami dan mereka yang di sekitar kami serta menjadi anasir-anasir yang produktif. Bantulah dakwah ini sehingga cahayanya akan bersinar kembali menerangi jiwa-jiwa manusia bagi membangunkan semula masyarakat yang tunduk dan menghamba-abdikan diri semata-mata kepadaMu, Tuhan Yang Maha Gagah Perkasa.


Ameen Ya Rabbal Alameen
WAS
http://tinta-perjalananku.blogspot.com/
Read more »

Perutusan Sempena Maulidur Rasul 1433H

| Wednesday, February 8, 2012

Assalamualaikum wa rahmatullah wa barakaatuh,

Alhamdulillah robbil alamin, was sola tu was salam ‘ala sayyidil mursalin wa ala aalihi wa sohbihi wa man sanna bi sunnatih ila yaum din.

Ikhwah akhawat yang dikasihi,

Kita ditakdirkan Allah untuk hidup dalam satu zaman yang ghareeb (asing) di mana pada zaman inilah terkumpulnya segala rencam kezaliman, kemaksiatan dan kefasadan yang pernah satu ketika dulu berlaku pada zaman Nabi Nuh, Ibrahim, Lut, Shuaib, Musa, Isa dan rasul yang lain. Inilah zaman yang memerlukan segala bentuk kekuatan yang dipunyai oleh rasul-rasul sebelum ini utk melawannya. Di dalam suasana begini bagaimanakah seharusnya kita memperingati kelahiran nabi kita Nabi Muhammad saw?

Mari kita menyingkapi suasana sebelum lahirnya Rasulullah saw. Ketika itu dunia dalam kegelapan tanpa cahaya petunjuk. Kuasa pemerintah yang zalim mencengkam kehidupan rakyat jelata. Manusia di seluruh alam hidup dalam kebodohan tanpa sebarang pimpinan ilahi. Wahyu yang menghubungkan langit dan bumi telah terputus beratus tahun. Tiada petunjuk kebenaran, tiada berita gembira, tiada cahaya harapan untuk manusia hidup dengan kemuliaan. Tiada sebarang nilai yang dapat mengangkat martabat manusia kembali kepada fitrahnya. Umat Nasrani yang diamanahkan kitab injil untuk memimpin manusia telah ingkar dan menolak khabar kelahiran Nabi yang terakhir. Ketaksuban mereka kepada sosok Nabi Isa menyebabkan mereka mengangkat Nabi Isa setaraf dengan Robbul ‘alamin dan lupa kepada ajaran Nabi Isa sendiri. Umat yang mengaku paling menyintai Nabi Isa adalah yang pertama sekali melakukan pendustaan kepadanya. Mereka telah durhaka dan khianat kepada ajaran Ilahi. Pelbagai penyelewengan dilakukan atas nama agama untuk mempertahankan dakyah mereka. Ketika itu, apa lagi harapan yang tinggal untuk umat manusia?

Saat itulah Allah memberikan khabar gembira kepada seluruh manusia dan pelusuk alam tentang kelahiran Nabi Muhammad saw, rasul terakhir yang menjadi pelengkap ajaran-ajaran nabi-nabi terdahulu, memimpin manusia menuju sinar Ilahi, membebaskan manusia dari segala cengkaman kezaliman, meletakkan manusia setaraf dengan kemuliaannya yang satu tika dulu telah bersujud kepadanya seluruh malaikat. Kelahirannya telah memberikan manusia degupan untuk hidup kembali berpandukan petunjuk Ilahi. Dialah Nabi Muhammad saw.

Ikhwah dan akhawat yang dikasihi,

Tiada kemuliaan lebih mulia dari menjadi umat Muhammad saw. Kita adalah umat Al-Quran, umat yang berbekalkan mukjizat yang tidak diberikan kepada umat-umat yang lain. Allah swt dengan segala rahmahNya telah mengutuskan kepada Nabi Muhammad saw, dan dengan rahmahNya juga telah menarik nyawa Nabi Muhammad saw tanpa seorang pun dari kita sempat bertemu dengannya. Dengan rahmahNya juga telah mengamanahkan kita mukjizat Al-Quran di tangan kita. Dengan kitab ini sahajalah kita dapat membebaskan manusia dari segala bentuk kezaliman dan kebodohan, memberikan khabar gembira dan pengharapan kepada manusia. Maka perlulah kita berusaha bersungguh-sungguh memahami kitab ini, mentadaburnya, menghafalnya, mengamalkannya, berhukum dengannya, menjadikannya rujukan tertinggi dalam hidup kita. Inilah tanda cinta kita kepada Nabi Muhammad saw. Tidak cukup untuk hanya kita mengulang-ngulang kalimah cinta dan rindu Nabi Muhammad tanpa sebarang pengorbanan dari kita. Janganlah kita menjadi seperti pengikut Nabi Isa yang memujanya tetapi tidak mengikuti ajarannya dan mengkhianatinya.

Dalam surah Al-Hadid Allah berfirman ‘wa anzalnaa ma’ahumul kiitab wal miizan’(57:25) di mana Allah memberikan para Nabi kitab dan mizan iaitu petunjuk atau neraca. Untuk apa? ’liyaquuman naasa bilqist’ untuk menegakkan dan memberikan keadilan kepada manusia. Tiada sebarang hukum dan neraca yang dapat memberikan keadilan melainkan keadilan haqiqi yang dapat diberikan oleh kitab dan petunjuk Allah swt. Kitab itulah yang berada pada ummat Nabi Muhammad saw, ummat Al-Quran.

Yang menariknya Allah swt mengaitkan ayat tersebut dengan penurunan ‘hadid’ iaitu besi. Cubalah lihat sekeliling kita, bagaimana kehidupan manusia sangat bergantung kepada besi dan betapa banyak manfaat besi yang Allah swt berikan. Jika bukan kerana manfaat besi, manusia kemungkinan akan berterusan hidup di dalam hutan tanpa sebarang tamadun. Itulah gambaran Allah jika kita hidup tanpa kitab dan mizaan oleh Allah swt. Sudahkah kita menjadikan ajaran yang terkandung dalam kitab, rahmah dan manfaat kepada manusia sebagaimana manfaatnya besi kepada kehidupan seharian kita?

Ikhwah akhawat yang dikasihi,

Dengan memahami sebenar-benarnya intipati ajaran Nabi Muhammad, kita sebenarnya sedang melancarkan revolusi secara total. Revolusi ini tidak sepatutnya difahami dalam erti kata membawa keganasan, kegopohan, penindasan atau kezaliman. Ia bukan datang untuk menggantikan kezaliman dengan kezaliman yang baru. Tetapi revolusi ini adalah satu usaha merubah segala sistem-sistem yang menindas manusia kepada keadilan Islam, menyatukan manusia dalam strata yang sama, menghapuskan dominan satu kaum atas kaum yang lain, menyuruh manusia untuk berlumba-lumba dalam kebaikan, membebaskan manusia dan wanita dari penindasan, menegakkan keadilan walaupun terhadap diri sendiri mahupun keluarga. Kerana itulah Abu Jahal menolak tawaran Nabi Muhammad kerana ajaran yang dibawa bukan setakat merubah fikrah, akidah dan ibadah ritual semata-mata. Tetapi kerana ajaran yang dibawa Nabi Muhammad itu membebaskan para hamba, meletakkan orang miskin setaraf dengan orang kaya, mengembalikan hak dan maruah wanita, menolak penindasan dan penipuan peniaga. Kita lihat bahawa ajaran ini sifatnya merubah status quo masyarakat. Ia tidak pernah mengalir searus dengan kezaliman.

Ikhwah akhawat yang dikasihi,

Ingin saya bertanya bagaimana kita boleh menjayakan revolusi ini?

Rasulullah tidak meninggalkan kitab dan sunnahnya dalam lembaran kertas bahkan lembaran kertas itu semuanya ada bersama kita. Tetapi Rasulullah meninggalkan Al-Quran dan Sunnah dalam bentuk manusia, ya dalam bentuk Rijal. Ini yang kita tiada. Kebenaran dan keadilan tidak akan ditegakkan oleh mushaf dan helaian-helaian sunnah, tetapi ia memerlukan Rijal yang benar-benar memahami ajarannya. Rijal yang menghabiskan masa memahami dan mengkaji ayat-ayat Allah, dahinya mempunyai kesan-kesan sujud, matanya berjaga di sepertiga malam, lidahnya basah berzikir mengingati Allah, harapan dan pergantungannya cukup hanya kepada Allah. Inilah resepi kejayaan revolusi ini.

Marilah kita berusaha meletakkan setiap hari waktu untuk membaca Al-Quran, mendalami dan mengajarkannya kepada orang lain. Dunia hari ini sangat-sangat dambakan rijal Al-Quran, kerana itulah satu-satunya harapan ummat ini.

Wassalam

Yang berkhidmat,

Mus’ab Shaharom

Penolong SU Agung

IKRAM UKE

Read more »

Bookshelf Project

| Monday, January 23, 2012


MKP is currently running a new project called 'Bookshelf Project' in order to raise funds for a book publication by Al-Zaytouna Center for Studies and Consultations.

The book will be the latest English version of 'Am I Not a Human’series which is a rich interactive documentation of the Palestinian sufferings under the Israeli occupation.

MKP strongly believes that the dissemination of information is vital particularly in providing correct understanding and awareness on Palestinian issues to the world. Therefore, this project aims to raise £3,500 by the end of March 2012 to support the cause. In order to achieve this goal, we are looking for sponsors of 100 'book on shelf' which cost £35 each (€40 or RM 175). The fund raised will be handed to Al-Zaytouna during our visit to Beirut in April 2012.







The sponsor of each 'books on shelves' will receive a copy of the latest 'Am I Not a Human' as a token of our appreciation (for UK, Ireland and Malaysia addresses only).

General contribution is also more than welcome.

Please continue reading for:
1- Sponsorship updates
2- How to sponsor and make payment
3- Sponsor form
4- List of sponsors

Contact us at project.mkp@gmail.com for more info.




United Kingdom
Name: IKRAM Care
Sort Code: 402806
Account Number: 64254414
Reference: MKP - your name

Republic of Ireland
Name: Ahmad Afiq Rhazif
Bank: Allied Irish Bank (AIB)
Sort Code: 931012
Account Number: 15094099
Reference: MKP - your name

PayPal Account
MKP PayPal account
Email: yusufjohari@gmail.com

Malaysia
Name: Yusuf Johari
Bank: CIMB Bank
Account Number: 14410061973527






Read more »

Blog Archive

 

Copyright © 2010 Ikram Ireland | Design by Dzignine